Pernikahan

Memilih Jodoh:

Rasulullah SAW bersabda:

تُنْكِحَ الْمَرْأَةُ لِمَالِهَا وَلِحَسَبِهَا وَلِجَمَالِهَا وَلِدِيْنِهَا فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّيْنِ تَرَبَتْ يَدَاكَ (البخاري و مسلم و ابو داود و النسائ وابن ماجه) عن أبي هريرة (صحيح) جص: 133

Dinikahi wanita itu karena hartanya, nasabnya, kecantikannya, dan karena agamanya, maka pilihlah yang baik agamanya, maka kamu akan bahagia. (hadits Bukhari, Muslim, Abu Dawud, Nasai dan Ibnu Majah), dari Abu Hurairah (Shahih) Jamius Shaghir 133.

Suatu hari seorang kawan bercerita pengalamannya sebelum memasuki gerbang rumah tangga. Secara factual usia kawan itu sudah 33 tahun, dan tidak memiliki harta, karena terkuras untuk menyelesaikan pendidikan pasca sarjana yang ia tempuh, ia tetap melangkah untuk memohon kepada Allah agar diberi jodoh wanita yang shalih sebagi istri karena ia yakin bahwa Allah akan memberi kecukupan rejeki.

Pada suatu malam ia shalat tahajjud dimasjid, kemudian berdoa, Ya Allah umurku terus bertambah tetapi mengapa aku kesulitan menemukan jodohku, padahal pernikahan itu sunnah yang Kau tuntunkan, dan tak akan sempurna agamaku tanpa pernikahan, karena itu pertemukanlah aku dengan jodohku yang baik agamanya dan berilah kemudahan kepadaku. Setelah selesai ia pulang kerumah dan tidur.

Sekitar jam 03 dini hari ia bermimpi memakai baju merah jambu, tetapi orang orang berterik-teriak agar melepaskan baju yang dipakainya itu. Sesudah ia mengikuti seruan orang orang, bajunya ia dilepaskan, saat baju itu ia lepaskan muncullah seorang gadis yang ia kenal karena masih satu kantor dengannya.

Bila mimpi itu dikaji secara agamis, jelas bahwa mimpi itu alamat yang baik dari Allah SWT dan sebenar benar mimpi, karena Nabi bersabda :

أَصْدَقُ الرُّؤْيَا بِالأَسْحَارِ ( رواه أحمد, الترمذي, إبن حبان, الحاكم و ابن ماجه) عن أبي سعيد (صحيح) جص 43

“Sebenar-benar mimpi adalah (yang terjadi) pada waktu shur. (Hr. Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Hibban, Al Hakim dan Ibnu Majah) dari Abi Sa’id (Shahih) Jamius Shaghir hal: 43.

Mimpi teman itu bermakna agar melepaskan diri dari mencintai wanita yang lain-lain dan berfokus mencintai wanita yang muncul dalam mimpinya itu, dengan langkah yang riil.  Allah berfirman :

…. isteri-isteri kamu; mereka adalah Pakaian bagimu, dan kamupun adalah Pakaian bagi mereka, (Surat Al Baqarah 187)

Betapa cepat pertolongan Allah kepadanya, karena siang harinya ia berbincang bincang dengan 2 orang teman jadi bertiga termasuk dia sendiri, dan salah seorang kawan itu menawarkan kawannya agar dilamar sebagai istri bila ia mau. Maka teman itu menyanggupinya. Tetapi setelah kesanggupan itu di sampaikan kepada pihak perempuan belum memberikan jawaban hingga selama satu bulan teman itu tetap sabar menunggu.

Dalam jangka penantian, teman mendapat kabar kalau ada laki-laki lain yang telah mendekati wanita yang akan dilamarnya itu, ketika ia tanyakan laki-laki itu berkata bahw ia sudah shalat istikharah dan ia telah mantab dengan gadis itu. Tetapi teman saya bilang : “saya yakin dia itu berbohong, karena saya yang shalat istikharah dan saya merasakan diberi kemudahan oleh Allah”.

Kemudahan yang dirasakan teman itu 1. Sesudah shalat tahajud gadis itu yang muncul dalam mimpinya,2. Sesudah shalat tahjjud, siang harinya langsung bertemu dengan kawan yang akan menghubungkan dengan gadis yang akan dilamarnya, 3. Kedua orang tuanya setuju terhadap temanku itu. 4. Jarak satu bulan sudah ada kepastian bahwa gadis idamannya itu mau menerima lamarannya.

Tetapi kendala lain yang dihadapi adalah ia mau melamar dan menikah dengan gadisnya itu tetapi tidak punya dana, karena uangnya habis untuk membiayai kuliahnya S2, hingga ia tidak punya uang, ketika ia mengungkapkan pikirannya kepada seorang kawan, ternyata kawan itu langsung berkata: “saya pinjami berapa yang kamu butuhkan ?” teman itu menjawab: “saya butuh dua juta rupiah”. Kawan itu kemudian pulang dan mengambil uang dan menyerahkan pada teman yang membutuhkan itu.

Dengan uang sebanyak itu ia bisa melamar dan menikah dengan gadis pujaannya, bahkan ketika menikah ia bias memakai baju baru karena diberi oleh calon istrinya. Susudah ia menikah, teman itu bilang pada istrinya secara transparan, bahwa uang yang digunakan untuk melamarnya dan menikahinya itu uang pinjaman dari seorang kawan, maka isterinyapun memaklumi dan mereka berdua sepakat untuk menanggung hutangnya bersama-sama.

Hikmah Cerita:
cerita ini bukan fiktif, tetapi benar-benar ia alami, seorang pemuda harus berfikir rasional dari segi umur dan produktifitas untuk bertanggung jawab terhadap anak-anaknya, bila sudah saatnya harus menikah maka wajib untuk memohon kepada Allah jodoh yang baik untuk agamanya, dunianya dan akhiratnya, masalah rejeki bisa dicarai, tetapi iman tak dapat dibeli karena itu jangan mencari mahluk yang dalam dadanya tak ada iman. Teman ini tidak pernah menjalin pacaran yang berdampak buruk pada perbuatan dosa, yah hanya sekedar saling mengenal untuk saling memahami.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: